Malam, Bulan, dan Laut

manusia harus belajar menerima ketidakpastian. kombinasi antara malam, bulan, dan laut adalah pembelajaran yang paling sesuai.

orang - orang yang pergi ke gunung memiliki mindset yang ingin mengetahui segalanya. "ada apa diatas sana."
pergi ke atas untuk menjawab "apa yang ada disekeliling-ku ?" atau dengan keinginan (aku ingin mengetahui banyak hal."

memahami kebesaran, dan puncak tertinggi hierarki kehidupan adalah kedekatan spiritual yang mereka alami.

orang - orang yang pergi kelaut adalah orang yang ingin melepas segalanya.yang suka dengan kebebasan. memahami bahwa hal yang kita tahu hanyalah seperti buih air di laut.

"biarkan semuanya lepas, semuanya adalah tidak terbatas. pada akhirnya kita manusia tidak memiliki kuasa atas apapun. hanya seonggok daging yang terapung diatas perahu kecil yang berharap akan kesampaian."

pada akhirnya, dunia ini tidak memiliki batasan dan tidak ada 1 pun yg bisa membatasinya. tidak ada yang paling berkuasa di semesta ini, adalah pemahaman kedekatan spiritual yang mereka miliki.

tapi semua orang butuh laut. 60% peradaban yang ada atau yang pernah ada didunia ini selalu beriorientasi ke laut. karena laut atau air adalah sumber kehidupan. Indonesia adalah negara Kelautan. dikelilingi oleh lautan. dikelilingi, oleh kehidupan.

tapi yang kita pikirkan selalu tentang menghubungkan antara 1 kota dengan kota yang lain. menghubungkan daratan. sehingga muncullah suatu mindset bahwa indonesia adalah negara, kepulauan.

sebuah tindakan memunggungi laut. memunggungi kehidupan.

2/3 nya dipenuhi laut. tapi kenapa pengolahan pangan didarat lebih baik daripada pengolahan pangan di laut ?

2/3 nya laut, tapi kenapa transportasi darat selalu menjadi lebih baik daripada laut.

2/3 nya laut, tapi kenapa sepakbola lebih ramai dipertunjukan, daripada olahraga air.

secara geografis, kita ini hanya menggunakan 1/3 potensi dari negara kita.


kita terlalu lama di jajah sama bangsa darat. kita terlalu nyaman berpijak diatas tanah. makhluk terrestrial : pertama kali disebutkan orang eropa untuk mengklasifikasikan manusia. di klasifikasikan oleh manusia benua. manusia darat.

kita, adalah manusia laut. manusia kita itu harus belajar menerima ketidak pastian. menerima, bahwa tidak berpijak di tanah solid--pun tidak apa.

kita menerima apa yang ada diatas, tapi kenapa takut menerima apa yang ada dibawah---kaki kita. padahal, keduanya sama sama kuasa-Nya bukan ?

Komentar

Postingan Populer