Wanita "Rumahan" #1
dan wanita itu memberikan aku 1 pijakan kecil lagi.
pijakan kecil diantara tanah yang hampir tidak tersisa ini. pijakan kecil yang cukup mantap buat aku bisa berdiri sendiri lagi.
hanya dengan 1 satuan kalimat :
"apa yang memang ditakdirkan untuk kita, tidak akan pergi dari kita."
membuat keyakinanku bulat. seperti bola tinggi yang di ciptakan oleh receive pemain lawan. bola tinggi itu hanyalah sebentar, sepersekian detik pada satu permainan.
tapi membuat aku bisa menarik napas sedikit lebih dalam dan menghembuskannya. membuat ku bisa memastikan, titik titik yang kabur tadi. membuat aku bisa berfikir kembali, dimana aku berdiri sekarang. membuat diri ini, mendapatkan pintu untuk menjadi manusia yang sehat lagi.
Terimakasih.
aku membutuhkan rumah kecilmu di dunia yang kacau ini.

Komentar
Posting Komentar